logo

Mahkamah Agung Kini Punya Lagu Himne | (19/8)

Written by Pengadilan Agama Rumbia on .

Written by Pengadilan Agama Rumbia on . Hits: 6

Mahkamah Agung Kini Punya Lagu Himne

Guna mendorong penghayatan terhadap nilai-nilai Mahkamah Agung dan peradilan serta mengembangkan rasa cinta dan bangga terhadap lembaga, Mahkamah Agung kini memiliki lagu himne. Lagu yang merupakan kolaborasi antara musisi kenamaan Addie MS dengan A. S. Pudjoharsoyo, Sekretaris Mahkamah Agung tersebut akan diluncurkan oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Hatta Ali bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ke-74 Mahkamah Agung hari ini (19/08/2019).

Untuk mencapai apa yang dikehendaki dari adanya lagu tersebut, menurut Pudjoharsoyo, dipilih lirik yang sederhana, lugas dan mudah dihafal. Kendati demikian, lanjut Pudjoharsoyo, kesederhanaan liriknya tidak mengurangi kedalaman pesan yang ingin disampaikannya.

Bait pertama lagu berusaha menyentuh kesadaran berbangsa warga Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan dibawahnya. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, setiap orang harus memiliki semangat untuk berbakti dan membangun Indonesia. Dan ini harus dilakukan dengan semangat kerjasama dan saling mendukung secara harmonis. Sedangkan pada bait selanjutnya yang terdiri dari dua kalimat, yakni Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berasas Pancasila, kita berkarya, ingin mengingatkan bahwa Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan yang direpresentasikan oleh Hakim memiliki tanggung jawab besar sebagai “wakil” Tuhan dalam menegakkan keadilan. Adapun bait ketiga, terdiri dari empat ungkapan sederhana masing-masing Di Mahkamah Agung, Kami wujudkan, Keadilan ‘tuk semua, Bagi Indonesia.

Kesederhanaan lirik tersebut dibalut apik dalam besutan musik dan aransemen yang dilakukan oleh musisi kenamaan Addie MS. Ketika ditawarkan untuk berkolaborasi mengkomposisi, mengaransemen dan mengorkestrasi Himne Mahmakah Agung, Addie MS dengan penuh antusias menyambutnya. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai yang diharapkan tumbuh lewat lagu tersebut.

Seperti halnya lirik, menurut Addie MS, aspek melodi, harmoni, irama juga mempengaruhi bagaimana suatu lagu akan memberikan efek kepada yang menyanyikannya. Ada aspek estetika di dalam lagu yang harus dirasakan sebelum kemudian orang tertarik untuk menyanyikannya.Yang menarik dari aransemen pria yang menjadi salah seorang pendiri Twilite Orchestra ini adalah ketika meramu melodi dan harmoni pada bait kedua yang menggambarkan bagaimana hakim dan aparatur pengadilan harus bekerja berlandaskan ketuhanan dan Pancasila. Dan pada bait ketiga yang berusaha menggugah semangat warga Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya, melodi dan harmoni dibuat lebih intens, dan dinyanyikan oleh paduan suara dengan lebih kuat dan ekspresif sehingga klimaks lagu tercipta dengan efektif.

Dan untuk menggarap komposisi, aransemen, dan orkestrasi lagu ini, Addie bahkan rela harus mendalami visi, misi dan program pembaruan peradilan serta membangun pemahamannya tentang cita-cita Mahkamah Agung melalui Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035 beserta dokumen-dokumen Mahkamah Agung lainnya.

Dan dengan Keputusan Nomor 123/KMA/SK/VIII/2019, Himne Mahkamah Agung ditetapkan sebagai lagu resmi yang wajib dinyanyikan pada saat acara-acara resmi Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya.

Turut mengapresiasi diresmikannya Himne Mahkamah Agung ini, Peradilan Agama Wilayah Sulawesi Tenggara dibawah koordinasi Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Tenggara juga mempersembahkan Himne Mahkamah Agung oleh Tim Paduan Suara Pengadilan Agama Wilayah Sulawesi Tenggara.

Untuk melihat persembahan Himne Mahakamah Agung Oleh Tim Paduan Suara Pengadilan Agama Wilayah Sulawesi Tenggara dapat dilihat DISINI

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Rumbia

Jl. Yos Sudarso No. 2 Lampopala, Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara

Telp : (0401) 3088873
Fax  : (0401) 3088873